INI, PERSEMBAHAN KHUSUS DARI AKU, BUAT ADEK ADEK KELAS, TERUTAMA BUAT ANAK ANAK SMP SMA SEDERAJAT.
YAH SEMOGA POSTINGAN INI BERMANFAAT BUAT KALIAN SEMUA.
AMIN,,,,
BY, eRLINDA
Bab i
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa vitamin, enzim, gizi, maupun toksit (racun).
Zat gizi dan vitamin merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda.
Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragam jenisnya.
Vitamin dan zat mineral kadang-kadang disebut bahan gizi mikro. Tubuh kita hanya memerlukan bahan gizi mikro dalam jumlah sedikit, untuk mendukung reaksi kimia yang diperlukan oleh sel kita agar dapat hidup. Berbagai macam bahan gizi berdampak pada pencernaan, susunan saraf, pikiran, dan proses tubuh yang lain.
1.2 Tujuan
Laporan ini dibuat agar para pembaca dapat mengetahui dan mengerti berbagai manfaat vitamin dan gizi yang ada dalam makanan serta akibatnya jika tubuh kekurangan. Sehingga para pembaca dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan yang disebabkan kurangnya vitamin dan gizi dari makanan yang dikonsumsi.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa saja manfaat vitamin dan gizi bagi tubuh?
2. Apa saja akibat jika kurang mengkonsumsi vitamin dan gizi?
1.4 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah pada laporan ini hanya difokuskan pada manfaat vitamin dan gizi dan akibat kurangnya mengkonsumsi vitamin dan gizi bagi tubuh secara umum.
Bab ii
Pembahasan
2.1 Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik kompleks esensial untuk pertumbuhan dan fungsi biologis yang lain bagi tubuh makhluk hidup. Vitamin dan mineral adalah zat utama bagi fungsi tubuh dan kesehatan. Bermacam-macam jenis vitamin dan mineral seperti Vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B12, biotin, cholin, asam folat & inositol), C, D, E, Kalsium, Fluorida, Yodium, Zat Besi, Kalium natrium dan sebagainya.
Jumlah kebutuhan yang disarankan per hari atau RDA (Recommended Dietary Allowance) adalah jumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan setiap hari. Standar jumlah yang dibutuhkan tubuh dibuat oleh USA Academy of Sciences dan diperkirakan cukup untuk pertumbuhan anak-anak dan pencegahan kekurangan vitamin dan mineral pada orang dewasa. Jumlah kebutuhan ini berbeda menurut umur dan jenis kelamin.
2.2 Manfaat Vitamin
Berdasarkan kelarutannya, vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang dapat larut dalam air ( vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak ( vitamin A, D, E dan K). Berikut ini adalah macam-macam vitamin serta manfaatnya bagi tubuh:
1. Vitamin A, jumlah yang dianjurkan per hari 5000 International Unit (IU). Vitamin A dapat membantu daya penglihatan malam/warna, serta mempertahankan kesehatan kulit dan rambut. Memelihara kesehatan mata dan kulit serta pertumbuhan tulang dan gigi.
2. Vitamin B1 (Thiamin), jumlah yang dianjurkan per hari sebanyak 1.5 mg. Vitamin B1 untuk membantu melepaskan energi dari makanan serta mempertahankan kesehatan susunan syaraf. Koenzim dalam metabolisme, metabolisme karbohidrat, serta memelihara sistem pencernaan dan nafsu makan.
3. Vitamin B2 (Riboflavin), jumlah yang dianjurkan per hari 1.7 mg. Vitamin itu membantu melepaskan energi dari makanan serta mempertahankan kesehatan kulit dan rambut. Membantu transmisi rangsangan cahaya ke saraf mata, dan menjaga nafsu makan.
4. Vitamin B3 (Niacin), jumlah yang dianjurkan per hari sebanyak 20 mg. Vitamin ini membantu melepaskan energi dari makanan serta mempertahankan kesehatan sistim susunan syaraf , memelihara kesehatan rambut, membantu pertumbuhan sel, bersama fosfat , membentuk koenzim yang berperan dalam respirasi sel .
5. Vitamin B5, jumlah yang dianjurkan per hari 10 mg. Vitamin itu membantu melepaskan energi dari makanan, mempertahankan kesehatan jaringan rambut, memelihara tingkat gula darah normal dan berperan dalam proses oksidasi sel.
6. Vitamin B6 (Pyridoxin), jumlah yang dianjurkan per hari sebanyak 2 mg. Vitamin itu membantu melepaskan energi dari makanan, membantu pembentukan sel darah merah, mempertahankan kesehatan sistem syaraf, memelihara keseimbangan unsur P dan K dalam sel, serta aktif dalam pembentukan antibodi dan beberapa koenzim dalam metabolisme.
7. Vitamin B12 (Cyanocobalamin), jumlah yang dianjurkan per hari 6 mcg. Vitamin itu membantu pembentukan sel darah merah/mencegah anemia, mempertahankan kesehatan sistim susunan syaraf serta metabolisme sel dan pertumbuhan jaringan.
8. Vitamin H (Biotin), jumlah yang dianjurkan per hari 400 mcg. Kegunaan biotin untuk mempertahankan kesehatan kulit dan rambut serta koenzim metabolisme kerbohidrat, lemak dan protein.
9. Vitamin B11 (Asam folat), jumlah yang dianjurkan per hari 400 mcg. Asam folat berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah, mempertahankan kesehatan sistem pencernaan serta membentuk asam nukleat untuk sintesis protein.
10. Vitamin C, jumlah yang dianjurkan per hari 60 mg. Kegunaannya untuk membantu penyembuhan luka, penyerapan zat besi dan kalsium serta mempertahankan kesehatan kulit dan jaringan, membentuk serabut kolagen , menjaga elastisitas kapiler darah, menjaga perlekatan akar gigi pada gusi serta koenzim reaksi metabolisme karbohidrta dan lemak.
11. Vitamin D, jumlah yang dianjurkan per hari 400 IU. Vitamin itu membantu pembentukan gigi dan tulang dan pembekuan darah.
12. Vitamin E, jumlah yang dianjurkan per hari sebanyak 30 IU. Vitamin ini mempertahankan kesehatan umum dan kesehatan kulit dan rambut.
13. Vitamin K untuk membantu pembekuan darah pada luka.
14. Kalsium, jumlah yang dianjurkan per hari sebanyak 1000 mg. Kalsium berguna untuk pembentukan gigi dan tulang, membantu pembekuan darah pada luka serta mempertahankan kesehatan fungsi syaraf dan otot.
15. Fluorida berguna untuk membantu pencegahan kerusakan gigi/karies. Sedangkan Yodium, jumlah yang dianjurkan per hari 150 mcg berguna untuk membantu kesehatn metabolisme tubuh dan mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI).
16. Zat besi, jumlah yang dianjurkan per hari 18 mcg. Zat besi berguna membantu pembentukan haemoglobin dalam sel darah merah, mencegah anemia. Sedangkan kalium/natrium, berguna untuk mempertahankan keseimbangan garam dan air dalam tubuh serta mempertahankan kesehatan fungsi syaraf dan otot.
2.3 Gizi
Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi. Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain.
Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragam jenisnya.
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:
a. Zat gizi makro
Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.
b. Zat gizi mikro
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.
2.4 Manfaat Gizi
Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.
a. Zat gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh.
Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.
Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.
b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.
Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.
c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.
Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.
2.5 Dampak Kurangnya Asupan Vitamin dan Gizi
Ditegaskan, mengkonsumsi vitamin tidak ada efek sampingnya, kecuali bila dimakan secara berlebihan (Vitamin B, C larut dalam air, sehingga apabila terdapat jumlah yang berlebihan akan dikeluarkan. Namun vitamin A, D, E dan K larut dalam lemak, sehingga jumlah yang berlebihan akan disimpan dalam tubuh dan akan menyebabkan keracunan).
Vitamin A yang berlebihan menyebabkan penumpukan kalsium dalam otot, penglihatan kabur, rambut rontok dan kulit kering/kuning. Vitamin D yang berlebihan menyebabkan perubahan tulang, kegagalan pertumbuhan pada anak, penumpukan kalsium dalam otot/organ tubuh, batu/kegagalan ginjal dan arthritis (penyakit persendian).
Kalsium yang berlebihan akan menyebabkan penumpukan zat kalsium dalam otot/organ tubuh. Kalsium/natrium yang berlebihan menyebabkan perubahan dalam tekanan darah/ritme jantung dan kerusakan syaraf/ginjal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah suplementasi vitamin dan mineral tidak bisa untuk mengganti makanan pokok. Meskipun pembelian vitamin dan mineral tidak perlu resep dokter, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai minum obat tersebut.
Kelompok vitamin B mempunyai fungsi yang saling berhubungan. Apabila minum 1-2 jenis vitamin B secara berlebihan mungkin bisa menyebabkan gangguan keseimbangan hubungan tersebut, sehingga justru menyebabkan kekurangan vitamin B jenis lain.
Berikut ini adalah jenis-jenis vitamin, sumber dan akibatnya jika tubuh kekurangan:
Vitamin | Contoh sumber | Akibat avitaminosis |
A (retinol) | Hati, susu, mentega, keju, margarin, wortel, bayam | Hemeralopia, xeroftalmia, keratomalasia |
B1 (thiamin, aneurin) | Ragi, nasi, roti, telur, ikan, buah | Beri-beri |
B2 (riboflavin) | Produk susu, hati, ragi, buah, gandum, sayuran, unggas | Keilosis (bibir pecah-pecah, sudut mulut luka) |
B3 (niasin) | Hati, ayam, kalkun, tuna, susu, telur, biji-bijian | Pelagra, diare, dementia, dermatitis |
B6 (piridoksin, piridoksamin) | Susu, hati, daging, roti gandum, serealia | Pelagra, anemia, obtipasi |
B 11 (Asam folat) | Hati, berbagai jenis sayuran | Diare, kehilangan selera makan, anemia |
H (biotin) | Hampir semua jenis makanan | Dermatitis ( radang kulit) |
B5 (asam pantotenat) | Telur, hati, kacang merah, kacang tanah, biji-bijian, sayuran , ikan | Alergi, mual, sakit perut |
B12 (sianokobalin) | Hati, daging, telur, susu | Anemia, peradangan saraf, pusing , kelelahan |
C (asam askorbat) | Brokoli, taoge, jeruk besar, sayuran | Skorbut, pendarahan kulit, kerusakan sendi |
D (kolekalsiferol) | Susu, minyak hati ikan | Rakitis |
E (tokoferol) | Minyak nabati, biji-bijian, sayuran hijau, kecambah | Keguguran |
K (filokinon) | Sayuran, kedelai, hati sapi | Darah sukar membeku |
Vitamin tidak disintesis dalam tubuh, kecuali vitamin K. Oleh karena itu, makan yang dikonsumsi harus mengandung vitamin. Jika makanan tidak mengandung vitamin, akan mengakibatkan penyakit defisiensi atau avitaminosis.
bab III
penutup
3.1 kesimpulan
Begitu penting peran vitamin dan mineral dalam menunjang upaya tetap aktif, kreatif, dan produktif sehingga kehadirannya perlu diperhatikan dalam gizi.
Bahan makanan yang mengandung vitamin dan mineral cukup banyak, baik buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, daging, susu dan produk susu, telur, hati, dan sebagainya.
Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral adalah dari makanan sehari-hari. Diet yang seimbang dengan makanan yang bervariasi, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sehari-hari (biji-bijian/cereal, ikan, ayam, daging, susu, telur, buah-buahan, kacang-kacangan, kacang kering, sayur hijau segar).
3.2 Saran
Agar kebutuhan atas vitamin dan mineral tercukupi jangan segan-segan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Di samping itu, kini telah diproduksi suplemen khusus yang mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama pada usia 50 tahun ke atas.
Konsumsi atas suplemen tersebut bisa dilakukan dengan pertimbangan vitamin dan mineral dalam bahan makanan seringkali rusak atau berkurang kandungannya setelah melalui proses pengolahan, pemasakan, penyimpanan, dan sebagainya.
Orang-orang lanjut usia kadang-kadang juga menghadapi masalah perubahan nafsu makan akibat penurunan fungsi pencernaan termasuk gigi, daya kecap dan penciuman, serta pengosongan lambung yang berlangsung lebih lambat.
Akibatnya asupan gizi berkurang sehingga kemungkinan besar kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan tidak akan mencukupi. Untuk itulah suplemen khusus dihadirkan, tentu sebelum memanfaatkan perlu konsultasi dengan dokter.
Daftar pustaka
Diah Aryulina, dkk. 2007. Biologi SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta. Erlangga
Pratiwi, D.A, dkk. . Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta. Erlangga
*catatan: ini tugas ku dulu, boleh jadi inspirasi-referensi, tapi jangan laju di copas.
jadi postingan ini buat referensi kalian aja ya,,, semoga bermanfaat.amin

makasih kak :D
BalasHapushaha http://www.blogger.com/profile/12810134587573445048 iya sama sama dek,, belajar yg bener ya,, hahahhaaa
BalasHapusheleh.. apaan coba
BalasHapus:P
jadi inget waktu masih sekolah nih, hahaha, btw nih kakak baik banget sama adik2 kelasnya, jadi pengen deh punya kakak kelas yang baik begitu :)
BalasHapushahaha, terimakasih jinkinjeng,,,
BalasHapussory mbak dah terlanjur di copas makasih y
BalasHapus